#1. Saya Akhirnya Kembali Menulis
![]() |
| Ilustrasi Menulis. Gambar oleh Pexel.com |
Setelah lebih dari tiga tahun vakum, saya akhirnya kembali menulis di blog baru yang saya buat beberapa hari lalu.
Keputusan untuk ngeblog lagi didorong oleh rasa kangen menulis secara daring seperti dulu. Saya juga terinspirasi oleh blog Maniak Menulis dan Carolina Ratri yang ternyata masih rutin memperbarui tulisan mereka hingga tahun 2026 ini.
Motivasi saya untuk menulis dan mengelola blog baru kali ini pun sudah berbeda. Dulu, saya menulis artikel demi mendapatkan penghasilan dari Google AdSense. Sementara saat ini, saya menjadikannya sekadar sebagai jurnal. Jika di kemudian hari ada potensi untuk menghasilkan uang—baik dari AdSense atau yang lainnya—itu akan menjadi pertimbangan di kemudian hari.
Topik yang akan dibahas pun sesuka hati. Saya tidak harus membuka situs Keyword Tool dan sejenisnya untuk mencari volume pencarian kata kunci, atau membuka Google Trends untuk mengetahui topik apa yang sedang ramai. Dengan motivasi ini, saya tidak lagi merasa stres apabila jumlah kunjungan blog ini sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.
Nah, sebagai artikel pertama di blog baru Sandubaya ID, izinkan saya bercerita kepada siapa pun yang kebetulan mampir di sini mengenai alasan mengapa saya vakum menulis selama beberapa tahun terakhir.
1. Kesibukan Dunia Nyata (Offline)
Sekitar tiga tahun terakhir, saya disibukkan dengan pekerjaan sebagai ASN yang menyita sebagian besar waktu produktif saya. Terlebih lagi, penghasilan dari pekerjaan tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kondisi ini membuat saya berada di zona nyaman dan tidak lagi memedulikan kelangsungan blog yang saya kelola sejak 2012. Dulu, saya mengelola sekitar empat blog; dua di antaranya sudah tidak aktif karena domain tidak diperpanjang, dan satu blog lainnya sengaja dihapus.
Jadi, sepulang bekerja, saya biasanya menghabiskan waktu untuk berbincang dengan istri atau sekadar scrolling media sosial untuk membaca status receh tetangga dan kerabat di kampung halaman.
2. SERP Sudah Bukan "Panggung" Untuk Blogger lagi ?
![]() |
| Hasil SERP Google Untuk Kata Kunci " Cara Membuat Blog" |
Coba saja ketik kata kunci apa pun di kolom pencarian Google. Sedetik kemudian, Google akan merangkum penjelasan dari kata kunci tersebut dari berbagai situs. Sekarang, tanyakan pada diri sendiri, apakah ada kemungkinan untuk scroll ke bawah dan mencari hasil lain?
Mungkin saja ada. Tapi, coba periksa siapa yang duduk di posisi kedua, ketiga, dan seterusnya. Posisi setelah fitur AI Overview biasanya diisi oleh video dari YouTube, TikTok, dan paling bawah diisi oleh media-media besar yang siap "menunggu remahan". Lalu, di mana posisi blog pribadi?
3. Persaingan GILA dan Perubahan Cara Orang Mencari Informasi
Semenjak COVID-19, angka kunjungan ke blog saya menurun drastis. Faktor utamanya adalah persaingan yang semakin ketat dan pergeseran tren di mana orang beralih mencari informasi dari format teks ke format video atau gambar.
Dulu, saingan para blogger di SERP Google adalah sesama blogger. Namun, belakangan ini, media besar yang dulunya hanya membahas politik, kesehatan, dan teknologi mulai merambah topik-topik yang sebelumnya menjadi ranah blogger kecil. Mulai dari masalah perceraian artis, ulasan gadget, hingga tutorial Microsoft Word, semua "dibabat" habis oleh media besar. Jika sudah demikian, jangan harap ada domain blog pribadi yang bisa muncul di halaman pertama Google.
Ibaratnya, blogger kecil memancing menggunakan kail, sementara media besar menggunakan pukat harimau. Apalagi blog kelas teri dengan domain gratisan seperti milik saya yang masih menggunakan subdomain blogspot.com, hehehe.
Seperti yang saya jelaskan di awal, saya adalah blogger yang bekerja sendirian (single fighter). Mulai dari optimalisasi internal hingga pemasaran melalui media sosial, semuanya dilakukan sendiri. Jika terus dipaksakan, saya sendiri yang akan kelelahan. Akhirnya, penurunan pengunjung hanya bisa diratapi tanpa tahu harus berbuat apa.
Oleh karena itu, beberapa bulan terakhir ini saya mulai iseng belajar menyunting video dan beberapa kali membuat konten YouTube Short. Kalau viral (FYP), ya syukur; kalaupun gagal, setidaknya saya tahu cara membuat dan proses di baliknya.
Dari ketiga alasan di atas, saya tidak tahu persis faktor mana yang paling berpengaruh membuat saya vakum, karena ketiganya sama-sama dominan. Namun, dengan tujuan dan motivasi baru seperti sekarang, sepertinya perjalanan saya untuk menulis lagi akan lebih panjang. Tidak ada lagi dorongan untuk mencari pengunjung sebanyak-banyaknya karena blog ini akan menjadi semacam jurnal pribadi saja.
Entah ada atau tidak potensi mendapatkan penghasilan di dalamnya, seiring berjalannya waktu saya tidak terlalu memikirkannya. Walaupun kalau memang ada, ya siapa yang menolak, he he he.
Salam.


Posting Komentar untuk "#1. Saya Akhirnya Kembali Menulis"
Posting Komentar