#3. Belajar Pakai Bahasa Daerah Bisa Bikin Cepat Ngerti ?

Saya rasa kita pernah merasakan hal yang sama. Saat sedang membaca buku, rasanya informasi hanya sekadar lewat. Bukunya memang selesai dibaca, tetapi setelah ditutup, informasi yang terserap di kepala minim sekali.

Awalnya, saya mengira ini hanya masalah waktu—mungkin otak saya memang butuh jeda lebih lama untuk mencerna informasi. Namun, pikiran kritis yang belakangan ini sering saya latih mulai mempertanyakan hal tersebut.

    “Ini karena otak yang belum mencerna isi bacaan, atau memang cara membacanya yang salah?”

Begitulah pikiran kritis saya berpendapat.

Memang benar, otak punya keterbatasan. Dalam kondisi lelah, informasi tidak akan terserap dengan optimal. Itulah mengapa para pakar sering menyarankan agar kita membuat kondisi senyaman mungkin sebelum belajar atau membaca. 

Namun, lama-lama saya merasa ada yang aneh. Masa setiap kali selesai membaca, informasinya selalu menguap begitu saja?Atas kekhawatiran tersebut, saya mulai mencari solusi. Saya mencoba mencari beberapa video di YouTube, lalu ketemulah dengan yang namanya Teknik Feynman.

Teknik ini diambil dari nama seorang fisikawan asal Amerika, Richard Feynman, yang dikenal mahir menyederhanakan teori fisika yang rumit menjadi konsep yang mudah dipahami. Atas kemampuannya tersebut, rekan-rekan ilmuwannya menjulukinya sebagai “The Great Explainer”. 

Richard Feynman The Great Explainer
Richard Feynman The Great Explainer
Dalam Teknik Feynman, kita diminta menjelaskan materi yang baru dipelajari seolah-olah sedang berbicara kepada anak kecil. Tentunya, anak kecil tidak akan mengerti jika kita menggunakan istilah teknis bahasa "anak kuliahan". Dengan teknik ini, kita dipaksa menguraikan kerumitan materi menjadi bahasa yang sederhana agar anak usia 10 tahun pun bisa mengerti.

Karena saya kesulitan membuat perumpamaan yang pas, saya memodifikasi teknik ini ke metode lain: menerjemahkan materi atau isi buku ke dalam bahasa daerah.

Cara kerjanya mirip dengan Teknik Feynman; otak kita dipaksa mengonversi informasi dari bahasa Indonesia ke bahasa daerah.

Keajaiban Menterjemahkan Bacaan Dalam Bahasa Indonesia Ke Bahasa Daerah.

Ilustrasi Belajar Dengan Bahasa Daerah
Ilustrasi Belajar Dengan Bahasa Daerah
Ini bagian yang paling menarik. Setelah mencoba teknik ini, saya merasa lebih cepat menyerap informasi yang disampaikan dalam buku. Meskipun durasi membaca jadi lebih lambat karena otak harus bekerja mencari padanan kata, hasilnya sangat sepadan.

Memang, ada beberapa istilah teknis yang tidak memiliki padanan kata dalam bahasa daerah, apalagi jika itu adalah kata serapan dari bahasa Inggris. Untuk hal itu, abaikan saja atau gunakan istilah aslinya.

Namun, semakin sering teknik ini digunakan, otak akan semakin terbiasa dan Anda akan mulai menikmati keajaiban dari belajar dengan bahasa daerah sendiri.

Bagaimana, tertarik mencoba Teknik Feynman versi modifikasi ini?

Salam.

Posting Komentar untuk " #3. Belajar Pakai Bahasa Daerah Bisa Bikin Cepat Ngerti ?"