#4. Saya Jadi Lebih Produktif Menulis Artikel Blog Manual Tanpa AI atau Spiner Dengan Cara Ini


Ilustrasi Meningkatkan Produktivitas Menulis
Ilustrasi Meningkatkan Produktivitas Menulis

Kali ini saya akan menceritakan kepada Anda bagaimana cara menjadi lebih produktif dalam menulis artikel blog—bukan artikel asal-asalan atau hasil prompt AI, melainkan artikel orisinal dari hasil pemikiran sendiri.

Sebagai seorang blogger, saya harus rutin membuat konten. Mengapa? Karena konten, baik itu berbentuk tulisan maupun gambar, adalah "jualan" saya. Saya tidak ingin mengulangi kesalahan masa lalu yang sering membiarkan blog terbengkalai selama berbulan-bulan hingga akhirnya vakum kurang lebih tiga tahun. 

Apalagi sekarang saya sudah membeli domain untuk blog ini selama dua tahun. Sayang rasanya jika tidak dimanfaatkan, meskipun harga domainnya sebenarnya sangat murah—lebih murah dari harga rokok saya. Itulah kerennya Rumahweb. Untuk masalah ini akan saya ceritakan pada artikel berikutnya.

Oke, kita lanjut.

Masalahnya, niat menulis sering kali mentok saat sudah berhadapan dengan halaman kosong Microsoft Word. Padahal, tadi sebelum mulai, ribuan ide sudah bergentayangan di kepala. 

Namun, entah mengapa, saat akan beraksi tiba-tiba rasa malas muncul. Tangan jadi gatal ingin membuka aplikasi TikTok, membaca status WhatsApp, dan lain-lain. Ujung-ujungnya, pekerjaan ditunda sehari. Besoknya, ditunda lagi dua hari, dan berlanjut terus sampai sebulan.

Lalu, apa yang harus dilakukan?

Langkah 0. Hilangkah Semua Gangguan

 

Hilangkan Gangguang
Hilangkan Gangguang
Kerap kali saat akan memulai aktivitas apa pun, fokus kita terganggu oleh hal-hal sepele seperti notifikasi ponsel. Untuk itu, sebelum mulai, hilangkan semua gangguan tersebut atau kurangi potensinya. Misalnya, saya mengaktifkan Mode Hening pada ponsel agar notifikasi tidak mengalihkan perhatian saat serius menulis.

Langkah 1. Lakukan Aturan 2 Menit 

 

Aturan dua Menit
Aturan dua Menit

Dalam buku Atomic Habits karya James Clear, saya belajar satu teknik yang sangat berguna dalam mendukung produktivitas menulis. Tidak hanya untuk kegiatan menulis, teknik ini juga berguna bagi Anda yang sering malas dan suka menunda-nunda.

Teknik yang saya maksud adalah “Aturan 2 Menit”. Apa itu? Aturan dua menit adalah teknik untuk memancing otak agar menurunkan tingkat kewaspadaannya sehingga rela "dihajar" untuk bekerja lebih lama. 

Otak kita secara default memang malas. Hal ini terjadi karena manusia didesain untuk bertahan hidup, sehingga otak enggan mengeluarkan energi berlebih. Ia selalu berprinsip: “Dengan biaya seminimal mungkin, menghasilkan laba sebanyak-banyaknya.”

Sisanya, energi ditabung untuk digunakan saat benar-benar diperlukan. Itulah mengapa perut kita jadi buncit, he-he-he. Itulah juga alasan mengapa saat mau menulis, berolahraga, atau bekerja, rasanya malas sekali di awal.

Lalu, bagaimana cara menerapkan teknik 2 menit ini? 

Buatlah otak Anda merasa nyaman untuk memulai saja dulu dengan janji bahwa kegiatan itu hanya akan dilakukan selama dua menit. Ya, dua menit saja. Terdengar sepele, tapi ini terbukti efektif bagi saya dan banyak orang di luar sana. 

Waktu pengerjaan yang singkat akan membuat otak percaya dan membuka diri untuk diajak bekerja. Setelah memulai, buktikan sendiri: Anda tidak akan berhenti hanya dalam dua menit. Mungkin Anda akan lanjut hingga 20 menit, bahkan satu jam.

Langkah 2. Jangan Tulis dan Edit Bersamaan

 

Multy Tasking
Multy Tasking

Siapa yang sering menulis sambil mengedit? Jika Anda salah satunya, sebaiknya kebiasaan itu dihentikan sekarang juga. Mengapa? 

Otak tidak bisa mengerjakan dua aktivitas secara bersamaan. Jika dipaksakan, hasilnya adalah rasa lelah dan ogah lanjut. Saat menulis, biarkan saja jika ada typo. Hajar terus sampai semua ide di kepala Anda habis.

Langkah 3. Beri Jeda Waktu Untuk Edit

Istrirahatkan Otak
Istrirahatkan Otak
Terkait poin kedua, jangan langsung merevisi tulisan saat otak masih dalam mode serius. Berikan jeda sekitar 20 menit bagi otak untuk beristirahat dan memulihkan energinya. Tips ini saya dapatkan dari Ernest Prakasa dalam salah satu podcast-nya.

Ernest menjelaskan bahwa saat sedang menulis naskah cerita, dia bisa fokus meluangkan waktu kurang lebih satu jam. Dalam kondisi tertentu bisa sampai dua jam, namun itu pun jarang. Setelah selesai, dia melepaskan semua perangkat menulisnya dan menyegarkan pikiran.

Saya sendiri, setelah menyelesaikan draf tulisan, biasanya duduk bengong, merokok, sambil menyeruput kopi sembari melihat tanaman mangga Agrimania. Kalau bisa, jangan pegang ponsel dulu karena bisa-bisa Anda keterusan. Kalaupun terpaksa, usahakan tidak terlalu lama. Setelah pikiran segar kembali, baru cek lagi draf tulisan Anda dan rapikan.

Kesimpulan

Meningkatkan produktivitas menulis sebenarnya tergantung bagaimana kita mengakali diri sendiri agar tidak kalah oleh rasa malas. Caranya adalah dengan menghilangkan segala bentuk gangguan, menggunakan teknik dua menit, serta tidak menulis dan mengedit dalam waktu yang bersamaan.

Sebenarnya ada tips lagi dari Mbak Carolina Ratri, yaitu menyusun outline tulisan terlebih dahulu agar ide lebih terarah. Itu adalah pengembangan yang bagus dari teknik aturan 2 menit agar otak tidak merasa terbebani dengan kanvas kosong.

Bagaimana menurut Anda, tertarik untuk mencoba?

Salam.

Posting Komentar untuk "#4. Saya Jadi Lebih Produktif Menulis Artikel Blog Manual Tanpa AI atau Spiner Dengan Cara Ini"